Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah cara masyarakat memproduksi, menyebarkan, dan mengonsumsi informasi, termasuk dalam sektor pariwisata berbasis lokal. Dalam era digital, daya tarik destinasi tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam atau kekayaan budaya, tetapi juga oleh kemampuan aktor lokal dalam membangun narasi visual yang menarik, informatif, dan mudah dijangkau publik.
Media sosial menjadi instrumen penting dalam promosi wisata karena mampu mempertemukan kebutuhan promosi dengan kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada informasi digital dalam menentukan pilihan perjalanan. Promosi wisata desa tidak dapat lagi hanya mengandalkan metode konvensional, seperti informasi dari mulut ke mulut atau publikasi insidental dalam kegiatan seremonial.
Desa wisata merupakan bentuk pengembangan wilayah yang menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam mengelola, mempromosikan, dan menjaga keberlanjutan potensi yang dimiliki. Keberhasilan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan objek wisata, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menyusun citra desa yang khas, menarik, dan relevan dengan kebutuhan pasar.
Kelompok pemuda memiliki posisi strategis dalam menjembatani kebutuhan promosi digital dengan potensi lokal. Pemuda umumnya lebih dekat dengan teknologi digital, lebih fleksibel dalam memproduksi konten, dan lebih cepat beradaptasi dengan tren komunikasi visual. Karena itu, Karang Taruna dapat menjadi kekuatan utama dalam promosi wisata berbasis komunitas.
Meskipun dekat dengan teknologi, pemuda belum tentu memiliki kemampuan memadai dalam mengelola konten promosi secara strategis. Banyak pemuda menggunakan media sosial untuk kebutuhan personal, tetapi belum memahami cara mengubahnya menjadi instrumen promosi publik yang terencana dan konsisten.
Desa Ciburial, Kabupaten Bandung, memiliki potensi wisata lokal yang cukup menjanjikan, baik dari sisi bentang alam, suasana pedesaan, maupun peluang pengembangan aktivitas berbasis komunitas. Potensi tersebut dapat menjadi modal penting untuk memperluas pengenalan wilayah, menarik kunjungan, dan menghidupkan kegiatan ekonomi masyarakat.
Permasalahan utama mitra terletak pada keterbatasan kapasitas dalam menampilkan dan mengomunikasikan potensi desa secara efektif. Dokumentasi kegiatan sudah pernah dilakukan, tetapi belum tersusun menjadi konten promosi yang konsisten dan belum memiliki identitas visual yang jelas. Akun media sosial juga belum dikelola secara aktif sehingga informasi potensi desa masih tersebar secara terbatas.
Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memperkuat kapasitas Karang Taruna Desa Ciburial dalam mendukung promosi wisata desa melalui pelatihan konten digital dan pendampingan pengelolaan media sosial. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan membuat konten promosi, memperbaiki dokumentasi visual, menumbuhkan kesadaran kolektif, dan mendorong pemuda desa agar lebih percaya diri sebagai aktor lokal dalam pengembangan wisata berbasis komunitas.