Budidaya udang merupakan sektor perikanan yang memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat pesisir. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan rumah tangga pembudidaya, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi lokal melalui tenaga kerja, distribusi hasil panen, dan usaha penunjang lainnya.
Udang vaname menjadi komoditas yang banyak dikembangkan karena memiliki permintaan pasar yang tinggi dan prospek ekonomi yang menjanjikan. Namun, keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh penebaran benur dan pemberian pakan, tetapi juga oleh kemampuan pembudidaya dalam mengelola lingkungan budidaya secara berkelanjutan.
Kualitas air merupakan faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan kelangsungan hidup udang selama siklus pemeliharaan. Parameter seperti suhu, salinitas, derajat keasaman, oksigen terlarut, dan kejernihan air berkaitan langsung dengan nafsu makan, pertumbuhan, serta daya tahan udang terhadap stres dan penyakit.
Pada budidaya skala kecil, masalah kualitas air sering muncul bukan semata karena ketiadaan alat, tetapi karena belum adanya kebiasaan monitoring yang rutin. Perubahan kondisi air sering baru disadari ketika udang mengalami penurunan aktivitas makan, pertumbuhan tidak merata, atau kematian dalam jumlah tertentu.
Selain kualitas air, pencegahan penyakit juga menjadi tantangan utama dalam budidaya udang. Penyakit dapat dipicu oleh kondisi lingkungan yang buruk, padat tebar yang tidak sesuai, manajemen pakan yang kurang tepat, serta rendahnya kebersihan kolam. Karena itu, pencegahan sejak awal lebih penting daripada penanganan setelah gangguan muncul.
Wilayah pesisir Pangandaran memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya udang karena didukung oleh sumber daya pesisir, tradisi usaha perikanan, dan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi kelautan. Di Desa Babakan, kelompok pembudidaya udang vaname telah menjalankan usaha budidaya secara aktif, tetapi masih menghadapi kendala teknis yang memengaruhi stabilitas produksi.
Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan kualitas air secara teratur dan belum optimalnya praktik pencegahan penyakit. Sebagian pembudidaya masih memandang kualitas air sebagai aspek yang diperhatikan hanya ketika gangguan sudah terlihat, sehingga pengelolaan kolam cenderung reaktif.
Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pembudidaya udang vaname di Desa Babakan melalui pelatihan kualitas air, edukasi pencegahan penyakit, dan pendampingan praktik lapangan. Program ini bertujuan membangun kebiasaan monitoring, meningkatkan kesadaran terhadap tindakan preventif, dan mendukung budidaya udang yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan.